Jumat, 21 Oktober 2011

Tradisi Turun Tanah


Salah satu tradisi di Madura yang masih sangat kental, yaitu tradisi turun tanah. Tradisi ini,merupakan perayaan bagi balita yang sudang mencapai usia 7 bulan. Di Pamekasan, tradisi turun tanah dilakukan dengan cara unik. Sang balita memakai kostum khas adat Madura dan menginjak kue tradisional tet-tel.Sultan Haniswara Farrosi, balita mungil warga jalan cokro atmojo Pamekasan ini, kini siap-siap menyambut para tamunya.Dengan memakai kostum pakaian adat khas Madura, Sultan akan merayakan tradisi adat Madura yang di kenal dengan toron tana.Dalam merayakan tradisi toron tana ini, para undangan banyak melibatkan anak-anak, sambil didampingi para orang tuanya.Setelah semua undangan berkumpul, perlengkapan prosesi adatpun di siapkan. Mulai dari nampan yang berisikan berbagai perlengkapan solat, uang,kue tradisional tet-tel,tangga yang terbuat dari batang tanaman tebu, hingga sangkar hias.

Upacara adatpun di mulai, dengan di pimpin tokoh masyarakat sekitar. Prosesi adat turun tanah di awali dengan dzikir dan bersholawat bersama.Selanjutnya,saat  proses turun tanah di lakukan, Sultan pun di ajak untuk memilih sesuatu yang ada di atas nampan. Lihat saja, untuk pertama kali, Sultan langsung mengambil mainan alat kesehatan stetoskop, uang, hingga kacamata.Diyakini, apa yang diambil pertama kali oleh Sultan itu, adalah indikasi dari apa yang akan ia alami dan ia capai selama hidupnya.Proses turun tanah, kemudian dilanjutkan dengan menginjakkan kaki sang balita di atas kue tradisional yang di sebut kue tet-tel.Hal ini di harapkan, agar anak saat berdiri bisa cekatan. Prosesi kemudian dilanjutkan, dengan menaiki tangga yang terbuat dari batang tanaman tebu. Bahkan,sultan harus mendekam sejenak di dalam sangkar hias. Kesemua prosesi tersebut tentu memiliki makna.
Usai proses turun tanah, perayaan di meriahkan dengan penaburan permen dan uang koin. Saat permen dan koin di lempar, anak-anak rebutan.Permainan rebutan koin dan uang tak jarang membuat anak anak saling berdesakan. Seperti halnya Reza, dia mengaku hanya mendapatkan sebagian uang dari permainan ini.Sebagai penutup, anak-anakpun di beri hadiah bungkusan makanan, tradisi turun tanah yang merupakan tradisi turun temurun ini, merupakan sebuah harapan, dimana sang anak kelak di harapkan menjadi anak yang baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar